2 mins read

Kodam XXI Perkenalkan Aplikasi Lapor Pangdam

Kodam XXI perkenalkan aplikasi Lapor Pangdam 

Medan (delapantoto) — Di tengah tuntutan transparansi dan respons cepat, langkah kecil bisa berdampak besar. Kodam XXI/Bukit Barisan resmi memperkenalkan aplikasi Lapor Pangdam—sebuah kanal pengaduan dan aspirasi yang dirancang untuk mendekatkan pimpinan dengan prajurit dan masyarakat, sekaligus memperkuat keamanan publik berbasis partisipasi.

Aplikasi ini lahir dari kebutuhan akan komunikasi yang lebih cepat, tertelusur, dan aman—agar persoalan di lapangan tidak menumpuk, dan solusi dapat diambil tepat waktu.


Dari Laporan ke Tindakan

Lapor Pangdam memungkinkan pengguna menyampaikan keluhan, masukan, atau informasi terkait situasi keamanan, pelayanan, maupun perilaku oknum—langsung ke jalur komando. Setiap laporan dicatat, diverifikasi, dan ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Bagi prajurit dan keluarga besar TNI, kanal ini memberi rasa aman untuk bersuara. Bagi masyarakat, ia menjadi jembatan komunikasi yang lebih mudah diakses dan terpantau.


Keamanan Publik yang Partisipatif

Keamanan bukan hanya soal patroli dan pos jaga; ia juga tentang kecepatan informasi. Aplikasi ini dirancang untuk memotong waktu dari kejadian ke penanganan. Ketika laporan masuk lebih cepat, risiko bisa ditekan lebih awal—mulai dari potensi konflik sosial hingga gangguan ketertiban.

Kodam XXI menekankan bahwa partisipasi publik adalah kunci. Laporan yang akurat membantu aparat mengambil keputusan berbasis fakta, bukan rumor.


Hukum, Akuntabilitas, dan Perlindungan Data

Dalam pengoperasiannya, Lapor Pangdam mengikuti prinsip akuntabilitas dan kepatuhan hukum. Setiap laporan diproses dengan menjunjung praduga tak bersalah, sementara perlindungan data pelapor menjadi perhatian utama agar tidak ada intimidasi atau penyalahgunaan.

Pendekatan ini penting untuk menjaga kepercayaan—modal utama agar kanal pengaduan benar-benar dimanfaatkan.


Dimensi Kemanusiaan: Didengar dan Dilindungi

Bagi banyak orang, keberanian melapor sering kali terhalang rasa takut. Dengan aplikasi ini, Kodam XXI ingin memastikan bahwa setiap suara dihargai. “Yang penting laporan ditangani,” ujar seorang warga usai sosialisasi. Kalimat sederhana itu merangkum harapan: didengar dan dilindungi.


Sosialisasi dan Tantangan

Peluncuran aplikasi diiringi sosialisasi agar pengguna memahami cara melapor yang bertanggung jawab—lengkap, faktual, dan tidak provokatif. Tantangan ke depan adalah konsistensi tindak lanjut dan peningkatan literasi digital, agar laporan berkualitas dan proses tetap tertib.


Menjaga Kepercayaan, Menjaga Wilayah

Dengan Lapor Pangdam, Kodam XXI/Bukit Barisan menegaskan komitmen pada institusi yang terbuka dan responsif. Teknologi bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat.

Di wilayah yang luas dan beragam, kepercayaan adalah fondasi. Dan kepercayaan tumbuh ketika laporan direspons, keadilan ditegakkan, dan kemanusiaan dijaga.