KLHK Perketat Keamanan Rumah Gajah Domang di TN Tesso Nilo: Antisipasi Konflik dan Perburuan Liar

PEKANBARU, RIAU (delapantoto) — Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) secara resmi memperketat pengamanan di sekitar rumah gajah yang menjadi pusat penangkaran, terutama untuk melindungi gajah jantan bernama Domang. Peningkatan keamanan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi ancaman dari konflik gajah-manusia dan risiko perburuan liar (poaching) di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Riau.
Domang adalah salah satu gajah yang memiliki peran penting dalam tim patroli mitigasi konflik gajah.
I. Alasan Peningkatan Keamanan untuk Domang
Kepala Balai TNTN, Dr. Ir. Zulham Aris (simulasi), menjelaskan bahwa Domang merupakan gajah yang memiliki nilai strategis dalam program konservasi, sehingga keamanannya harus diprioritaskan.
Mitigasi Konflik: Domang dan kawanannya sering dilibatkan dalam operasi penggiringan gajah liar (flying squad) untuk menjauhkan mereka dari permukiman warga. Peran ini menempatkan Domang pada risiko yang lebih tinggi, terutama dari pihak yang merasa dirugikan akibat konflik lahan.
Ancaman Perburuan: Meskipun Riau merupakan area rawan perburuan, gading Domang dan kesehatan gajah di pusat penangkaran harus dijaga ketat dari incaran sindikat ilegal.
Fasilitas Monitoring: Peningkatan keamanan mencakup penambahan personel Polhut (Polisi Kehutanan) dan pemasangan CCTV berteknologi tinggi di sekitar kandang Domang dan area camp penangkaran.
“Domang adalah aset negara dalam upaya konservasi gajah Sumatra yang terancam punah. Peningkatan pengamanan ini bersifat preventif, untuk memastikan Domang dan gajah lainnya tetap aman dari segala bentuk ancaman, baik dari manusia maupun faktor alam,” ujar Dr. Zulham Aris.
II. Peran Gajah Konservasi dalam Ekosistem TNTN
Taman Nasional Tesso Nilo adalah salah satu kawasan konservasi yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di Sumatra, namun terus menghadapi tantangan deforestasi dan konflik gajah.
Gajah sebagai Penjaga: Gajah-gajah yang dilatih di pusat konservasi, termasuk Domang, berperan sebagai “penjaga” yang membantu petugas dalam patroli hutan, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hidup berdampingan dengan satwa liar.
Edukasi Masyarakat: KLHK juga melibatkan masyarakat di sekitar TNTN untuk turut serta dalam pengawasan dan pelaporan jika menemukan aktivitas mencurigakan di area rumah gajah.
Langkah KLHK ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam melindungi satwa kunci dan ekosistem di Taman Nasional Tesso Nilo.